MENGUNGKAP PERBEDAAN PANDANGAN ORANG MADURA TENTANG DEFINISI BLATÉR DAN BHAJINGAN

  • Muniri STAI Al-Hamidiyah Bangkalan
Keywords: Definisi Blatér, Sifat Blatér

Abstract

Artikel ini, membahas tentang definisi Blatér. Melalui wawancara kepada sejumlah tokoh yang mempunyai kedekatan dengan komunitas Blatér, didapatkan sebuah definisi tentang Blatér, yaitu sebagai Sifat dan Sosok. Disebut sebagai ‘sifat’ sekaligus ‘sosok’, manakala Blatér ditandai beberapa karakteristik yang melekat pada dirinya, antara lain; kennenga rembaghan (tempat konsultasi menyelesaikan masalah), bhangal (berani), jeg jeg (konsisten), lambha’/ta’ cerre’ (pemurah/tidak pelit), bennya’ kancana (mempunyai banyak teman/jaringan). Lima karakteristik tersebut, merupakan implementasi dari lima prinsip Blatēr yang dijadikan acuan prilaku sehari-harinya, antara lain; bertauhid, hormat kepada Embho’, hormat kepada ghuru, ajhaga téngka, dan ajhaga harga diri. Konsistensi Blatēr dalam menjaga perkataan dan perbuatan dalam keseharian menandakan diri Blatēr mempunyai pengaruh sosial yang luar biasa, atau dalam istilah lain sebagai manusia besar dalam lingkup terbatas. Berdasarkan katagori tipe manusia, Ordinary people (manusia-manusia biasa), Exceptional actors (tokoh-tokoh dengan kapasitas yang luar biasa), dan Holders of excetional positions (manusia pemimpin dan manusia aksi). Sosok Blatér masuk tipe Holders of excetional positions, karena umumnya Blatēr tidak sepintar Exceptional actors, tapi mendapatkan kepercayaan dari masyarakat untuk menyelesaikan persoalan di tengah masyarakat. Manakala prinsip dan karakteristik Blatēr menjadi satu kesatuan dalam citra diri seseorang, maka dapat disebut sebagai sosok Blatēr. 

References

Abdur Rozaki, Menabur Kharisma Menuai Kuasa; Kiprah Kiai dan Blater Sebagai Rezim Kembar di Madura, (Yogyakarta: Pustaka Marwa, 2004)

___________, Islam, Oligarki Politik dan Perlawanan Sosial, (Yogyakart: SUKA Press, 2016).

Ajat Sudrajat, Bahan Kuliah Logika, Fakultas Ilmu Sosial Universiat Negeri Yogyakarta, 2017.

A. Djazuli, Kaidah-kaidah Fikih, (Jakarta: Prenada Media Group, 2007).

A. Latief Wiyata, Carok; Konflik Kekerasan dan Harga Diri Orang Madura, (Yogyakarta: LKiS, 2002).

Harun Nasution, Teologi Islam Aliran Sejarah Analisa Perbandingan, (Jakarta: UI Press, 2013).

https://www.youtube.com/watch?v=2Ds22sTpQ-c, diakses tanggal 18 Mei 2021

https://kbbi.web.id/sifat

Jalaluddin Rakhmat, Rekayasa Sosial; Reformasi, Revolusi, atau Manusia Besar?, (Bandung: Rosda, 2005).

John W. Creswell, Research Design; Pendekatan Kualitatif, Kuantitatif, dan Mixed, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2014).

Muniri, Titik Temu Pandangan Hidup Kalangan Blatĕr dan Pemikiran Murjiah. Pendidikan dan Keislaman. Jurnal Millenial STAI Al-Hamidiyah. Vol. 1 (2021)
_____, Melacak Pembentukan Prinsip-Prinsip Hidup Komunitas Blatér dan Justifikasi dalam Ajaran Agama Islam, Jurnal Al-Fikrah, vol. 4, tahun 2021

Mundiri, Logika, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Perkasa, 2011).

Kris Budiman, Kosa Semiotika, (Yogyakarta: LKiS, 1999).

M. Quraisy Shihab, Wawasan Al-Qur’an, (Bandung: Mizan, 1996).

Data Wawancara
Wawancara dengan Syafiuddin, pada tanggal 17 April 2021
Wawancara dengan Aliman, pada tanggal 22 April 2021
Wawancara dengan Nasiruddin, pada tanggal 23 Mei 2021
Published
2022-06-30
Section
Articles