IBU PENGGANTI DALAM PERSPEKTIF HUKUM ISLAM

  • Hamidi STAI Al-Hamidiyah Bangkalan
  • Moh Abdul Latif Institut Agama Islam Negeri Kudus
Keywords: Ibu Pengganti, Hukum Islam

Abstract

Ibu pengganti adalah perjanjian antara suami istri dan wanita lain untuk hamil dengan hasil pembuahan yang ditanamkan ke dalam rahimnya, setelah melahirkan bayi wajib menyerahkan bayinya kepada suami istri berdasarkan kesepakatan yang dibuat (gestational agreement). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sewa rahim dalam perspektif hukum Islam, dan garis keturunan antara anak dan ibu yang melahirkan (ibu pengganti). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kepustakaan kualitatif. Dalam menjawab permasalahan yang ada, penulis mengumpulkan data melalui dokumentasi dan memanfaatkan beberapa buku yang berkaitan dengan masalah, kemudian dianalisis menggunakan metode deskriptif dengan pola berpikir deduktif yaitu menyajikan data secara umum kemudian menarik kesimpulan secara khusus. Hasil penelitian memberikan jawaban bahwa akad sewa rahim dalam hukum Islam merupakan perbuatan yang diharamkan dan diharamkan untuk dilakukan. Sedangkan anak yang lahir dari ibu pengganti tidak memiliki nasab dengannya dan tidak berhak menjadi ahli waris dan ahli waris. 

References

Abdul Kadir Muhammad, (1982), Hukum Perjanjian, Bandung: Alumni

Al-Hamdani, (2011), Risala Nikah; Hukum Perkawinan Islam, Jakarta: Pustaka Amani

Amir Syarifuddin, (2002), Meretas Kebekuan Ijtihad; Isu-Isu Penting Hukum Islam Kontemporer Di Indonesia, Jakarta: Ciputat Press

Desriza Ratman, (2012), Surrogate Mother Dalam Perspektif Etika Dan Hukum, Jakarta: PT Elex Media Komputindo Kelompok Gramedia

J. Satrio, (2001), Hukum Perikatan, Perikatan Yang Lahir Dari Perjanjian, Cetakan Kedua, Bandung: Citra Aditya Bakti

Jasser Auda, (2015), Membumikan Hukum Islam Melalui Maqasid Syari’ah, terj. Rosidin dan Ali Adl elMun’im, Jakarta: Mizan

Mukti, Sutomo, (1993), Abortus Bayi Tabung, Euthanasia, Transplansi Ginjal Dan Operasi Kelamin Dalam Tinjauan Medis Hukum Islam, Yogyakarta: Aditya Media

Masyfuk Zuhdi, (1993), Masail Fiqhiyah, Jakrta: Cv. Haji Masagung

Salim, (1993), Bayi tabung, tinjauan aspek hukum, Jakrta: Sinar Grafika

Syaikh Ali Thantawi, (1998), Fatwa-fatwa Populer Ali Thantawi, Surakarta: Era Intermedia

Ahmadi, A. (2018). Eksistensi Media Sosial dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Santri. AL-FIKRAH: Jurnal Studi Ilmu Pendidikan dan Keislaman, 1(1), 46-55.

Ahmadi, A. (2019). KONSEP BELAJAR BERSAMA ALAM DALAM PENDIDIKAN FORMAL PERSPEKTIF ALQURAN. AL-FIKRAH: Jurnal Studi Ilmu Pendidikan dan Keislaman, 2(2), 80-98.
Published
2021-12-31
Section
Articles