Tradisi Pemberian Belehan Perspektif ‘Urf di Desa Megale Kedungadem Bojonegoro

  • Diana Nur Safitri IAI Al Hikmah Tuban
  • Fathonah K. Daud IAI Al Hikmah Tuban
  • Muhammad Aziz IAI Al Hikmah Tuban
Keywords: tradisi Megale, belehan, ‘urf

Abstract

Tulisan ini merupakan hasil penelitian terhadap tradisi belehan di desa Megale Kedungadem Bojonegoro. Metode penulisan ini berupa deskriptif kualitatif dengan menggunakan pendekatan penelitian lapangan (field research) melalui metode wawancara mendalam terhadap subyek untuk mendapatkan informasi secara langsung. Hasil penelitian ini menjelaskan bahwa pemberian belehan di Desa Megale Kedungadem Bojonegoro merupakan pemberian hewan ternak dari pihak laki-laki kepada perempuan asli Megale yang akan dinikahi. Hal ini bukan merupakan suatu kewajiban dalam pernikahan, tetapi sudah menjadi tradisi sehingga jika tradisi ini tidak dilaksanakan maka si pelaku akan dikenai sanksi sosial berupa gunjingan dari masyarakat sekitar. Hasil analisis menunjukkan bahwa tradisi belehan yang dilaksanakan di Desa Megale Kecamatan Kedungadem Kabupaten Bojonegoro termasuk kategori ‘urf shahih sehingga tradisi ini boleh dilaksanakan karena tidak melanggar ajaran Islam. Jika dilihat dari segi bentuknya tradisi belehan di Desa Megale termasuk kategori ‘urf ‘amali, karena merupakan tradisi yang berupa perbuatan. Sedangkan jika ditinjau dari segi cakupannya tradisi belehan di Desa Megale termasuk kategori ‘urf khusus karena hanya berlaku di Desa Megale.

References

Abdullah, Sulaiman. 1995. Sumber Hukum Islam, cet ke-1. Jakarta. Sinar Grafika.
Al Quranul Karim
Asy Syafi’I, Sayyid Abu Bakar Al Ahdali Al Yamini. Faroidul Bahiyah Fi Qowaidul Fiqhiyah. Kediri. Darul Mubtadi’ien.
Azam, Abdul Aziz Muhammad dan Abdul Wahab Sayed Hawwas. 2009. Fiqh Munakahat. Jakarta. Amzah.
Daud, Fathonah K. 2020. Tafsir Ayat-Ayat Hukum Keluarga 1. Banten. Desanta Muliavisitama,
Dawud, Abu. 2007. Sunan Abi Dawud, juz 1. Beirut. Dar Al Fikr.
Effendi, Satria M. Zein. 2005.Ushul Fiqh, cet ke-1. Jakarta. Kencana.
Firdaus. 2004. Ushul Fiqh Metode Mengkaji dan Memahami Hukum Islam Secara Komperhensif, cet ke-1. Jakarta. Zikrul Hakim.
Firdaus. 2014. Ushul Fiqh Metode Mengkaji dan Memahami Hukum Islam secara Komprehensip. Jakarta. Kencana Prenada Media Group.
Hamid, Atiqah. 2014. Buku Lengkap Fiqih Wanita. Jogjakarta. Diva Press.
Kartono, Kartini. 2002. Pengantar Riset Sosial. Bandung. Manjar Maju.
Khalaf, Abdul Wahab. 1996. Kaidah-Kaidah Hukum Islam, cet-6.Jakarta. Raja Grafindo Persada.
Lutfi, Khalidi. 2017. Analisis Pemberian Rumah Kepada Anak Perempuan Yang Akan Menikah. Skripsi. UINSA Surabaya.
Sabiq, Sayyid. 1980. Fiqih Sunnah 6. Bandung. PT Al-Maarif.
Syarifah, Masykurotus dan Rusdi Bahrut Tamam. Juli, 2019. “Tradisi Bhan Gibhan (seserahan) dalam Pernikahan”, Iqtisodina jurnal Ekonomi Syariah dan Hukum Islam Vol. 1, No. 1.
Syarifudin, Amir. 2009. Hukum Perkawinan Islam di Indonesia. Jakarta. Kencana.
Syarifudin, Amir. 2014. Ushul Fiqh,jilid ,2. Jakarta. Kencana Prenada Media Group.
Tihami dan Sohari Sahrami. 2010. Fiqih Munakahah Kajiian Fiqih Nikah Lengkap. Jakarta. Rajawali Pers.

Wawancara
Abdul Jalal, Wawancara, Bojonegoro, 13 Januari 2021.
Arum Tina Al Fitri, Wawancara, Bojonegoro, 12 Januari 2021.
Gunari, Wawancara, Bojonegoro, 13 Januari 2021.
Peni Sri Rahayu, Wawancara, Bojonegoro, 12 Januari 2021.
Pipit Rahayu, Wawancara, Bojonegoro, 12 Januari 2021.
Rohmatun Nikmah, Wawancara, Bojonegoro, 12 Januari 2021.
Rusningtias, Wawancara, Bojonegoro, 13 Januari 2021.
Said, Wawancara, Bojonegoro, 12 Januari 2021.
Sukat, Wawancara, Bojonegoro, 14 Januari 2021.
Wulandari, Wawancara, Bojonegoro, 12 Januari 2021.
Published
2021-06-30
Section
Articles