NIKAH ONLINE DI MASA PANDEMI PERSPEKTIF ULAMA MADZHAB SYAFI’IYAH DAN ULAMA MADZHAB HANAFIYAH

  • Hamidi STAI Al-Hamidiyah Bangkalan
  • Ahmad Makki S.H.I., M.H STAI Chozinatul Ulum, Blora, Jawa Tengah
Keywords: Pernikahan Online, Madzhab Syafi'iyah, Hanafiyah

Abstract

Pernikahan adalah hubungan atau ikatan antara seorang pria dan seorang wanita secara lahir dan batin dengan dasar untuk menyempurnakan hidupnya. Sedangkan akad yang dilakukan keduanya berdasarkan sama-sama ridla'. Perasaan ridla' adalah hal yang tersembunyi, karena manifestasinya adalah ijab dan qabul. Dengan demikian, ijab dan qabul merupakan unsur penting bagi sahnya suatu pernikahan. Pokok permasalahan dalam penelitian ini adalah bagaimana hukum melangsungkan pernikahan melalui media online atau video call pada masa pandemi dari perspektif Ulama Syafi'iyah dan Hanafiyah. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kepustakaan kualitatif. Objek penelitian adalah pernikahan online. Tujuan penelitian untuk mengetahui hukum nikah melalui media online atau video call di masa pandemi dari perspektif ulama Syafi'iyah dan Hanafiyah. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pernikahan yang dilakukan melalui media online menurut Ulama Syafi'iyah tidak sah, sedangkan Hanafiyah membolehkan dengan syarat tidak ada gangguan pada saat pernikahan, dalam artiyan tidak boleh ada kata-kata terputus-putus dan suara harus jelas.

References

Abi Zakaria al-Nawawi al-Syafi’i, (1996). Al-Majmu’ Syarh al-Muhadzdzab, Beirut: Dar al-Fikr, Jilid 17

Abu Bakr ibn as-Sayyid Muhammad Syattha ad-Dimyathi, Hasyiyah I’anah at-Thalibin ‘ala Hall Alfazh Fath al-Mu’in, Bairut: Dar al-Fikr, tth, juz II

Abi Zakaria al-Nawawi al-Syafi’i, (1996). Raudhah al-Thalibin wa ‘Umdah al-Muttaqin, Beirut: Dar al-Fikr, , Jilid 4

Chuzaimah T. Yanggo dan HA.Hafiz Anshary AZ, (2008). Problematika Hukum Islam Kotemporer, Cet ke-5, Jakarta: Pustaka Firdaus

Mardani, (2011). Ayat-Ayat Tematik Hukum Islam, Jakarta: RajawaliPers

Moh Idris Ramulyo, (1996). Hukum Perkwinan Islam, Jakarta: PT Bumi Aksara

Muhammad al-Awwamah, (1997). Melacak Akar Perbedaan Madzhab, Bandung: Pustaka Hidayah

Muhammad Syatha’ al-Dimyathi, Hasyiyah I’anah al-Thalibin ‘ala Halli Alfazh Fath al- Mu’in Syarh Qurrah al-‘Ayn bi Muhimmat al-Din, Beirut: Dar al-Fikr,t.th, Jilid 3

Muhammad bin Abdurahman ad-Dimasyqi, (2010). Fiqih Empat Madzhab, Cetakan Ketiga Belas, Bandung: Hasyimi

Zain bin Ibrahim bin Smith, (2008). al-Fawaid al-Mukhtarah li Salik Thariq al-Akhirah, ttp.: Ma’had Dar al-Lughah wa ad-Da’wah, ed: Ali bin Hasan Baharun

Ahmadi, A. (2018). Eksistensi Media Sosial dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Santri. AL-FIKRAH: Jurnal Studi Ilmu Pendidikan dan Keislaman, 1(1), 46-55.

Ahmadi, A. (2019). KONSEP BELAJAR BERSAMA ALAM DALAM PENDIDIKAN FORMAL PERSPEKTIF ALQURAN. AL-FIKRAH: Jurnal Studi Ilmu Pendidikan dan Keislaman, 2(2), 80-98.
Published
2021-12-31
Section
Articles