TITIK TEMU PANDANGAN HIDUP KALANGAN BLATĔR DAN PEMIKIRAN MURJIAH

  • Muniri STAI Al-Hamidiyah Bangkalan
Keywords: Blatér rajeh, Blater kenne’, Bajhingan, Murjiah

Abstract

Artikel ini membahas tentang pandangan hidup Blatér yang diametral dengan pemikiran keagamaan mayoritas. Umumnya, perbuatan dosa dan maksiat dihindari agar diselamatkan di akhirat kelak, justru oleh mereka dijadikan media perekat sosial komunitasnya. Dari gambaran ini, Penulis menganggap Blatér memiliki gaya khusus dalam kehidupannya, yang menjadi pandangan hidupnya. Mereka sangat yakin bahwa imannya akan menjadi penyelamat di akhirat dan menjadi harapan masuk Surga. Mereka fanatik dengan agamanya, tapi tidak fanatik pada ajaran agamanya. Mereka mengedepankan akhlak (ajhegeh tengka) untuk menjaga nama baiknya. Pandangan hidup Blatér ini, mempunyai pembenaran dalam aliran teologi Islam klasik, yakni Murjiah. Meskipun hubungan antara pandangan hidup Blatér dan pemikiran Murjiah belum bisa dibuktikan secara epistemologis, tetapi secara subtantif mempunyai kesamaan aksiologis. Misalnya, pendapat tentang pentingnya memisah wilayah ketuhanan dengan kemanusiaan, dengan tujuan mengantisipasi terjadinya pengambil alihan peran Tuhan dalam menghukumi kafir setiap orang yang tidak sepaham dan bukan golongannya. Oleh karena itu, mereka berpendapat bahwa perbuatan seseorang tidak mempengaruhi kualitas Imannya. Bagi siapapun yang percaya pada Allah dan Rasulnya, sekalipun pendosa besar dan pelaku maksiat pasti mendapatkan keselamatan di akhirat kelak.

References

Abdur Rozaki, Menabur Kharisma Menuai Kuasa: Peran Kiai dan Blatér sebagai Rezim Kembar di Madura, (Yogyakarta: Pustaka Marwa, 2003)

------------------, Islam, Oligarki Politik dan Perlawanan Sosial, (Yogyakarta: Pasca Sarjana UIN Sunan Kalijaga dan SUKA Press, 2016)

Abdul Razak dan Rosihan Anwar, Ilmu Kalam. Edisi revisi, (Bandung: Pustaka Setia, 2016)

Adonis, Arkeologi Sejarah-Pemikiran Arab-Islam, volume 3, (Yogyakarta: LKiS, 2009)

Ali Sahab, Politik Patron-Client di Kabupaten Sampang, Jejaring Administrasi Publik. Th II. Nomor 8, Juli-Desember 2012.

Harun Nasution, Teologi Islam; Aliran-aliran, Sejarah Analisa Perbandingan, (Jakarta: UI Press, 2013)

Hasan Hanafi, Dari Aqidah ke Revolusi; Sikap Kita Terhadap Tradisi Lama, (Jakarta: Paramadina, 2003)

Latief Wiyata, Carok; Konflik Kekerasan dan Harga Diri Orang Madura, (Yogyakarta: LKiS, 2002),

Moeslim Abdurrahman Wahid, Islam sebagai Kritik Sosial, (Jakarta: Erlanga, 2003)

Pip Jones, Pengantar Teori-teori Sosial: Dari Fungsionalisme Hingga Post Modernisme, (trj.) Saifuddin, (Jakarta: Pustaka Obor, 2003)

W. Montgomery Watt, Islamic Philosophy and Theology. An Extended Survey, (At Univ. Press, Eidenburgh, 1987)

Data Wawancara dan Observasi
- Wawancara dengan Udin
- Wawancara dengan Nasiruddin
- Wawancara dengan Syafi’uddin Asmoro
- Wawancara dengan orang berinisial HS
- Film Bollywood dengan judul Raees
Published
2021-03-31
Section
Articles