PENINGKATAN HASIL BELAJAR DAN MOTIVASI SISWA KELAS IV MELALUI MODEL KOOPERATIF TIPE TREASURE CLUE DI UPTD SDN TAMOK 2 KOKOP BANGKALAN TAHUN AJARAN 2021/2022

  • Leo Wahyudi, S.Pd UPTD SDN Tramok 2 Kecamatan Kokop Kabupaten Bangkalan
Keywords: Model Kooperatif Tipe Treasure Clue, siswa kelas IV, keaktifan

Abstract

Belajar adalah serangkaian kegiatan jiwa raga untuk memperoleh suatu perubahan tingkah laku sebagai hasil dan pengalaman individu dalam interaksi dengan lingkungan yang menyangkut kognitif, efektif, dan psikomotor. Adapun prestasi adalah hasil yang telah dicapai, dikerjakan atau dilakukan. Prestasi belajar sama artinya dengan hasil belajar. Sedangkan hasil belajar adalah kemampuan yang diperoleh siswa melalui pembelajaran. Namun salah satu masalah yang banyak dihadapi guru dalam pembelajaran di kelas adalah rendahnya pencapaian prestasi yang dicapai oleh siswa. Ini terlihat dari hasil belajar siswa pada Tema Pahlawanku Subtema Perjuangan para Pahlawan yang menunjukkan hasil nilai siswa dibawah KKM terdapat 91% siswa. Rendahnya pencapaian prestasi tentu disebabkan oleh faktor kurangnya motivasi belajar siswa sehingga pencapaian masih di bawah KKM. Maka berdasarkan masalah serta gagasan yang telah diurai diatas, kemudian peneliti akan menerapkan model pembelajaran treasure clue untuk meningkatkan hasil nilai dan motivasi belajar siswa dalam Tema Pahlawanku Subtema Perjuangan para Pahlawan. Kemudian penelitian ini berjudul “Peningkatan Hasil Belajar dan Motivasi Siswa Kelas IV Melalui Model Kooperatif Tipe Treasure Clue Di UPTD SDN Tramok 2 Kokop Bangkalan Tahun Ajaran 2021/2022”. Berdasarkan hasil penelitian maka pembelajaran termasuk sukses dan berhasil karena telah mencapai apa yang diharapkan. Hal tersebut dapat dibuktikan bahwa keaktifan siswa meningkat dari siklus I ke siklus II. Begitu pula dengan hasil belajar siswa yaitu pada siklus I terlihat mendapat nilai rata-rata 54,32,dan siklus II mendapat nilai rata-rata 81,89. Dan siklus I berkisar 27% siswa tuntas, kemudian pada siklus II menjadi 86% siswa tuntas belajar. Maka berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa penerapan model pembelajaran kooperatif tipe treasure clue dapat meningkatkan hasil dan motivasi belajar siswa.

References

Djamali. 2007. Psikologi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.
DEPDIKNAS. 2002. Kamus Besar Bahasa Indonesia. Jakarta: Pustaka Setia.
Gatot, Muhsetyo dkk. 1992. Pembelajaran Matematika SD. Jakarta: Universitas Terbuka.
Joula Ekaningsih. 1998. Agar Anak Pintar Matematika. Jakarta: Puspa Swara.
Lilis Wahyuningrum. 2015. Kemampuan Menentukan Arah Mata Angin Pada Siswa Kelas I SD Muhammadiyah 4 Batu, JINoP (Jurnal Inovasi Pembelajaran), Volume 1 Nomor 1, Mei hlm 39-40.
M. Prawiro. 2020. Pengertian Nilai: Fungsi, Ciri-Ciri, Jenis, dan Contohnya. https://www.maxmanroe.com/vid/sosial/pengertian-nilai.html#pengertian_nilai_adalah.
Mulyasa. 2006. Menjadi Guru Profesional, Menciptakan Pembelajaran Kreatif dan Menyenangkan. Bandung: Rosdakarya.
Sabri, M. Alisuf. 2001. Pengantar Psikologi Umum dan Perkembangan. Jakarta: Pedoman Ilmu Jaya.
Sardiman. 2007. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: RajaGrafindo Persada.
Sudjana, Nana. 2010. Penilaian Hasil Proses Belajar Mengajar.(Cet. XV).Bandung: PT. Remaja Rosdakarya.
Suhartiningsi. 2012. Penarapan Model Pembelajaran Kooperatif Jigsaw Untuk Meningkatkan Prestasi Belajar Matematika Pada Siswa Kelas VI SDN I Tlokoh 1 Semester I Tahun Pelajaran 2012/2013. PTK Tidak diterbitkan. Tulungagung: SDN 1 Wates.
Slameto. 2003. Belajar dan Faktor yang Mempengaruhinya. Jakarta: Rineka Cipta.
Soemanto, Wasty. 2006. Psikologi Pendidikan Landasan Kerja Kepemimpthan Pedidikan. Jakarta: R ineka Cipta.
Suyono dan Hariyanto. 2011. Belajar dan Pembelajaran: Teori dan Konsep Dasar.Bandung: Remaja Rosdakarya.
Sya’ban Jamil. 2016. Permainan Cerdas dan Kreatif, (Jakarta: Penebar Swadaya Grup,2016), 177.
Published
2022-06-30
Section
Articles