PENERAPAN METODE TARTILA UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA AL-QUR‟AN PESERTA DIDIK KELAS V DALAM PEMBELAJARAN PAI DI UPTD SDN DURJAN 2 KECAMATAN KOKOP KABUPATEN BANGKALAN

  • Siti Samu’ah, S.Pd.I UPTD SD Negeri Durjan 2 Kecamatan Kokop Kabupaten Bangkalan
Keywords: Qur’an, metode tartila, dan siswa

Abstract

Metode merupakan faktor yang paling penting dalam proses pembelajaran. Akan tetapi kebanyakan dari pihak pendidik masih belum menerapkan metode yang tepat. Seperti yang terjadi pada UPTD SDN Durjan 2 Kecamatan Kokop Kabupaten Bangkalan. Yaitu guru masih menggunakan metode yang kurang tepat, sehingga hasil belajar siswa rendah atau tidak memenuhi KKM, karena KKM UPTD SDN Durjan 2 Kecamatan Kokop dipatok dengan nilai70. Hal ini terlihat dari hasil yang diperoleh siswa pada semester 1 tahun ajaran 2021, diketahui bahwa nilai praktik membaca Al-Qur’an kelas V belum memenuhi KKM. Yaitu dari 23 jumlah siswa keseluruhan kelas V hanya 10% atau 2 anak saja yang memenuhi kriteria membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Artinya siswa masih jauh kurang baik dalam melafalkan huruf hijaiyah yang sesuai dengan makhorijul huruf, maupun pemahaman peserta didik terhadap ilmu tajwid yang menjadi acuan standar membaca Al-Qur’an. Maka berawal dari kenyataan tersebut peneliti mempunyai gagasan untuk menerapkan pembelajaran dengan menggunakan “metode tartila”. Maka setelah menggunakan metode tersebut hasil belajar siswa meningkat, hal ini dibuktikan dengan hasil pengamatan dan pengukuran dalam pelaksanaan, yaitu nilai prasiklus terlihat hanya 2 atau 10% yang memeuhi KKM. Adapun pada siklus I diketahui ada 11 atau 47% siswa terpenuhi. Adapun pada siklus II diketahui bahwa ada 22 atau 95% siswa yang dapat memeuhi KKM. Artinya pada aspek “benar” ini diperoleh peningkatan yang signifikan. Adapun hasil pengamatan praktik membaca Al-Qur’an pada aspek “baik” dalam prasiklus diketahui hanya 13% atau 3 anak dapat membaca Al-Qur’an dengan baik. Sedangkan pada siklus I diketahui 48% atau 11 anak dapat membaca Al-Qur’an dengan baik. Adapun pada siklus II diketahui 20 atau 87% dari jumlah siswa keseluruhan dapat membaca Al-Quran dengan baik. Artinya hasil pengamatan praktik membaca Al-Qur’an dicapai dengan luar biasa dari prasiklus ke siklus I kemudian ke siklus II. Maka berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa metode tartila dapat meningkatkan kemampuan membaca Al-Qur’an peserta didik UPTD SDN Durjan 2 Kecamatan Kokop Kabupaten Bangkalan. Maka hasil penelitian ini memberikan gambaran kepada semua pihak, baik sekolah, guru, siswa, maupun tenaga kependidikan dan pengembang kurikulum bahwa manfaat metode tartila dalam meningkatkan kompetensi membaca Al-Qur’an sangat besar. Karena telah terbukti dengan hasil belajar siswa yang signifikan. Bagi peneliti, hasil penelitian ini dapat dijadikan pedoman atau pendahuluan untuk memahami penggunaan metode tartila dalam pembelajaran membaca Al-Qur’an dengan baik dan benar. Bagi pihak sekolah dan guru, penggunaan metode tartila untuk menjelaskan materi pelajaran dapat digunakan sebagai tambahan variasi mengajar bagi guru agama.

 

References

Atik Zaenab. 2019. “KEGIATAN MONITORING TERSTRUKTUR UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI DAN KINERJA GURU DALAM KEGIATAN BELAJAR MENGAJAR DI UPTD SDN BANCARAN 4 KECAMATAN BANGKALAN KABUPATEN BANGKALAN TAHUN 2019/2020”. Jurnal: re-JIEM (Research Journal of Islamic Education Management). 2 no.2. 266-277
Daradjat, Zakiah. 2000. Ilmu Pendidikan Islam. Jakarta: Bumi Aksara.
Darsono, Sururi Abdul Jalal. 2011. Pelajaran Bahasa Arab untuk SMA Kelas XII Bahasa. Pusat Kurikulum dan Perbukuan : Kementerian Pendidikan Nasional.
Nata, Abuddin. 2003. Metodologi Studi Islam. Jakarta: Raja Grafindo Persada.
Subarjo. 2019. Peningkatan Kemampuan Baca-Tulis dengan Menggunakan Media Gambar Siswa Kelas 3 UPTD SDN Tlokoh 3 Kecamatan Kokop Kabupaten Bangkalan. Jurnal: Online FONEMA. 2 (2) 99-113.
Syarifuddin, Ahmad. 2004. Mendidik Anaka Membaca, Menulis, dan Mencintai Al-Qur’an. Jakarta. Gema Insani.
Undang-undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara.
Zainal Arifin. 2020. Peningkatan Kemampuan Guru Dalam Membuat Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Tematik 1 Halaman Melalui Workshop Daring Dengan Variasi Model Jigsaw di Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Sekolah Dasar (SD) Negeri Genteng 2 Bangkalan. Jurnal : re-JIEM. 3 (2): 201-215
Ahmadi, A. (2018). Eksistensi Media Sosial dalam Meningkatkan Motivasi Belajar Santri. AL-FIKRAH: Jurnal Studi Ilmu Pendidikan dan Keislaman, 1(1), 46-55.
Published
2020-06-30
Section
Articles