PENINGKATAN PEMAHAMAN IPA MATERI TEKANAN ZAT DAN PENERAPANNYA MELALUI METODE EKSPERIMEN DENGAN ALAT PERAGA PADA SISWA KELAS VIII MTS NEGERI BANGKALAN KABUPATEN BANGKALAN

  • Yudi Susiyanto, S.Pd. MTs Negeri Bangkalan - Kabupaten Bangkalan
Keywords: Metode Eksperimen, Alat Peraga

Abstract

Permasalahan yang terjadi dalam pembelajaran IPA antara lain: proses pembelajaran hanya sebatas pada penanaman konsep saja, siswa kurang dilibatkan pada proses pembelajaran, penggunaan alat peraga sebagai media belajar sangat jarang dilakukan, sehingga siswa kurang aktif karena rasa keingintahuan siswa kurang yang berdampak pada rendahnya hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana peningkatan pemahaman IPA materi tekanan zat dan penerapannya melalui metode eksperimen dengan alat peraga pada siswa kelas VIII MTs Negeri Bangkalan Kabupaten Bangkalan. Rancangan penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi dan refleksi. Penelitian ini terdiri atas dua siklus. Subjek penelitian ini adalah siswa kelas VIII MTs Negeri Bangkalan. Teknik pengumpulan data menggunakan metode observasi dan tes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan guru mengalami peningkatan. Pada siklus I keterampilan guru mendapat 26 dengan kategori cukup, sedangkan pada siklus II mendapat 43 dengan kategori sangat baik. Peningkatan juga terjadi pada aktivitas siswa. Siklus I aktivitas siswa mendapat 20,45 kategori cukup, sedangkan pada siklus II mendapat 27,2 kategori baik. Persentase ketuntasan hasil belajar siswa juga mengalami peningkatan, siklus I nilai rata-rata yaitu 69,38, dengan ketuntasan klasikal sebesar 75,00%, dan siklus IIĀ  meningkat menjadi nilai rata-rata yaitu 81,88 dengan ketuntasan klasikal sebesar 84,38%. Simpulan dari penelitian ini adalah metode eksperimen dengan alat peraga dapat meningkatkan keterampilan guru, aktivitas siswa dan hasil belajar siswa kelas VIII. Guru diharapkan selalu berinovasi membuat sesuatu yang baru di dalam suatu proses pembelajaran, karena sebaik apapun suatu metode akan terasa membosankan apabila dilakukan terus menerus dengan tanpa adanya suatu pembaharuan.

References

Arikunto Suharsimi.dkk, 2009. Penelitian Tindakan Kelas. Jakarta: Bumi Aksara.
Djamarah, Syaiful Bahri, Dkk. 2010. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Hamalik, Oemar. 2008. Proses Belajar Mengajar. Bumi Aksara, Jakarta
Hatimah, Ihat, Dkk. 2008. Penelitian Pendidikan. Departemen Pendidikan Nasional
Nur, Mohammad. 2001. Eksperimen Untuk SLTP (Lembar Kegiatan Siswa). Jakarta: Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah
Roestiyah, N.K.. 2008. Stategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineka Cipta.
Sardiman. 2011. Interaksi dan Motivasi Belajar Mengajar. Jakarta: PT Rajagrafindo Persada
Sugiyono, 2010. Metode Penelitian Pendidikan dengan Pendekatan Kuantitatif, Kualitatif. Dan R&D. Bandung : Alfabeta
Trianto. 2007. Model-Model Pembelajaran Inovatif Berorientasi Konstruktivistik. Prestasi Pustaka Publisher: Jakarta.
Uno, Hamzah B. dan Mohamad, Nurdin. 2011. Belajar dengan Pendekatan PAILKEM. Jakarta: Bumi Aksara.
Uno, Hamzah B. 2008. Model Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.
Usman, Moh User. 2011. Menjadi Guru Profesional. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Published
2021-03-31
Section
Articles